Catatan Harian Tesla Manaf Selama Jepang Tur

Hi teman-teman, berikut adalah hasil dokumentasi kami selama tur Jepang kemarin:

DAY 1

– Shigget,

Secret show at Shiget’s

Dan hari ini banyak ketemu orang penting di musik salah satunya Takashi Mori yg pernah kerja sama dengan Siam Shade dan TOE.

1cf931cef2c5b766272297c772d4b3631d49fa47

DAY 2

SubStore & Electrik Jinja

1 hari 2 panggung. Dimulai dari soundcheck jam 5 sore lalu main jam 7-8 malam (1 sesi) lalu lanjut ke Electrik Jinja. Soundcheck jam 10 malam lalu main jam 11-2 pagi (2 sesi). Badan rontok tapi seru.

0a65e538f76790ea847101c826e8f16b528f1caf

Yang bikin seru selain pengunjung di SubStore full house itu, saya ketemu 2 orang ‘besar’ di dunia musik jazz Jepang.

Pertama Koji Ishizawa, dia penulis dari semua majalah jazz ternama di Jepang salah satunya Jazz Life. beliau sudah interview ratusan artis jazz dunia seperti Pat Metheny, Allan Holdsworth, Robert Glasper dll. Dan saya di interview dia kemarin!

Lalu yg paling girang ketemu saya itu Tatsunosuke Ide. Beliau adalah promotor hampir seluruh festival Jazz di Jepang termasuk Sapporo Jazz festival dan Blue Note Japan. Beliau juga punya label, manajemen, dan booking agent. Katanya selama mereka berkarir menjadi promotor dan berkerja dengan ratusan artis, mereka tidak pernah dengar musik seperti saya sebelumnya. Senangnya!

cab9373eb6eaf411b59f6527544472d116c1048d

DAY 3

Half Tone

d8d79ac40fbec50dbb0bb18bc9a9b4e6be75ec77

Ini tempat manggung paling mantep asli. Akustiknya gila. Soundnya kece banget. Dan vibe dari penonton positif banget. Di daerah Tachigawa, agak diluar Tokyo tapi ini venue terkenal untuk main jazz. Pemiliknya seneng banget sama musik kita. Selama 14 tahun kafe itu berdiri, baru denger musik kya kita katanya.

DAY 4

Label-label serta booking agent kita datengin. Ada label khusus Jazz yg nanganin banyak artis dunia macam Jonathan Kriesberg dan Adam Rogers. Terus ke label yg buat acara besar macam Summer Sonic. Pernah ngundang Glasper dan Snarky Puppy juga. Mei ini mereka ngedatengin Radiohead. Dan mereka tertarik banget sama musik kita.

DAY 5

GC Live Nagoya

Hari ini serunya parah sih. Penginapannya lucu. Yang nonton banyak dan apresiatif banget.

2840111a31fc0d243dcc7ee5c97f6b991432d63d

DAY 6

Room 335

Parah intens banget. Pengaruh kota ini juga mungkin. Solo saya beneran gila gak nyangka bisa bunyi kya gitu. Banyak yg beli CD dan banyak musisi yg dateng. Seneng

04a3b3feeb0f8ae6337e05b1a5ef7eca82464e75

DAY 7

Puas-puasin jalan-jalan di Kyoto sebelum balik lagi ke Osaka.

DAY 8

f914b15993d448a77732f33dbc7e2b30fbcaaff9

JK Cafe

Last stages and the most beautiful day

Sakura mulai bermekaran di sepanjang jalan Osaka. Selain makanan khas mereka Takoyaki dan Okonomiyaki, Osaka castle memberikan kenangan yg luar biasa untuk kita semua.

Kita agak telat ke JK cafe karna terlewat kereta, dan akhirnya hanya main 1.5set. Tapi syukurlah show terakhir FULL HOUSE. bahkan ada yg nonton dari luar karna gak bisa masuk. Banyakkk yg beli CD, banyak banget yg appreciate. Ownernya seneng banget karna kita buat cafe dia penuh.

Terima kasih Tuhan untuk kesempatan yg luar biasa indah ini. Terima kasih untuk keluarga yg Kau sandingkan selama perjalanan tur ini. Terima kasih sebesar2nya pula untuk Masahide Goto manajer tur kita yg berkerja sempurna tanpa celah.

Pasti. Pasti banget kita akan kembali lagi.

PULANG
Akhirnya sampai Bandung tercinta

Terima kasih untuk semua teman2 yang sudah men-support kita semua, sudah memberikan energi besar yg tak habis2nya dan dukungan materi yg membuat kita berhasil menuntaskan Tesla Manaf Japan Tour.

I can’t describe how big my grateful is to met lovely, friendly, caring, flawlessly, uber-cool tour manager Masahide Goto. We’re both literally walk around Tokyo for about 3-6 hours at the first three days non-stop to looked and met Labels and Booking Agent. And Yes they all liked what we do and the music also. The shocking part is, Masa really knows many important people at the labels and it helps me a lot.

My pray is always for your health and succeed for your further future and also for your family. I have a good feeling abous us Masa, like you said; we will meet again this year, don’t know when but we will for sure. And I do pray your kindness to us will pay back by others. Lets pray for festivals, showcases and proper tour. And labels also.

Terima kasih juga untuk teman band (Hulhul, Khrisna, Desal) yg rela berjuang mati-matian untuk ini semua. Kalian semua selalu menjadi yg terbaik diatas panggung maupun dalam keseharian. Gw yakin pasti ada kesempatan lagi dan lagi di negara lain. Gw bakal berusaha menjelajah dunia dengan musik kita. Gw gatau kapan tapi pasti.

Untuk Intan dan Aria partner ugal2an saat berproses, kebaikan dan ketulusan hati kalian akan membuat kalian besar dan semakin besar dalam lini apapun. Kita dan semua orang butuh lebih banyak lagi orang2 seperti kalian berdua. Saya beruntung, beruntung sekali dipertemukan oleh kalian berdua.

KBRI Jepang kalian debest. Dikasih wisma super keren, dijemput pula di bandara. Kalian baik banget. Makasih banget mba Sayu mba Atik kang Ade kang Dhany. Dan makasih mas Nial Djuliarso sudah merekomendasikan orang2 super baik ini. Untuk Kevin, Agra, Aldi dan Teguh yg menjadi Host kita selama di Osaka. Kalian baik banget. Gw yakin kalian pasti besar di Jepang. Semangat belajar ya.

And for my Big Guy Leonardo MoonJune Pavkovic you opened every kind of opportunity and gave me believes that we can do this in many countries. Before I met you, I never thought my music career will be this far. And now, this way to far. I can’t thank enough for what you did to my music. You introduced me to the many kind people. And I’m so grateful and thankful for what you did. I hope we are both doing some tours together smile emoticon

Dengan bangga saya beritahukan bahwa ‪#‎TeslaManafJapanTour‬ telah berakhir. Tapi saya masih punya oleh2 untuk kalian semua. Bagi teman2 yg ingin tahu info puluhan Label besar, booking agent dan distributor di Jepang, bisa langsung kontak saya. Saya dengan senang hati memberikan info nama alamat no telp-nya ke kalian semua.

Terima kasih Tuhan sang maha baik.
Terima kasih Ouval rsch dan Andy Napit yg sudah meng-endorsed kita.
Terima kasih teman2 semua. Sampai bertemu di tur Negara lainnya.

Ada sedikit oleh-oleh.

Video ini dibuat sebagai bentuk rasa terima kasih kami ke teman-teman yang memberikan dukungan selama perjuangan kami menggalang dana Februari-Maret lalu.

Nantinya hasil dokumentasi kami kemarin di 4 kota (Tokyo, Nagoya, Kyoto dan Osaka) akan kami rujuk ke sebuah film pendek. Tanggal penayangannya akan kami beritahukan segera.

Terima kasih untuk semua teman-teman yang terlibat membantu baik secara langsung maupun tidak langsung. Para donatur yang berdonasi via kitabisa(dot)com akan kami berikan hasil film ini secara eksklusif nantinya.

Kami, Tesla Manaf, Intan Anggita, Aria Dwipa, Desal Sembada, Khrisna Alda dan Hulhul; mengucapkan banyak sekali terima kasih.

Written and directed by Gracia Tobing
Filmed by Aria Dwipa
Edited by Desal Sembada

Regards,

Tesla Manaf

Advertisements

Laporan Perjalanan Tesla Manaf Japan Tour

Konbanwa..

Teman-teman yang baik, kami sudah kembali lagi ke Indonesia membawa banyak cerita. Namun sebelum bercerita banyak mengenai tur yang berlangsung di 7 titik. Saya akan mengunggah anggaran yang terpakai saat tur kemarin.

Kami pun sekarang sedang dalam proses pengeditan film perjalanan kemarin, besar harapan teman-teman bisa hadir di pemutarannya. Tempat dan waktunya akan kami beritahukan secepatnya.

Link berikut ini memuat anggaran selama tur kemarin: https://drive.google.com/open?id=0B254yRMehfQZQU9B….

Tanpa bantuan kalian semua ini tidak akan terwujud. Kami mengucapkan jutaan terimakasih atas kebaikan hati kalian menjadikan project ini berhasil. Proud of Us!

salam hangat,

Intan Anggita

Gerakan Kolektif yang Kian Viral

Beruntungnya saya dan Tesla, walau tim kami hanya beranggotakan 4 orang namun berkat teman-teman musik yang selalu mendukung, gerakan ini menjadi viral. Bermula dari Mocca lalu datanglah Nuri, salah satu fotografer Salihara yang mendonasikan poster Coldplaynya untuk dilelang. Poster itu menghasilkan 2 juta rupiah.

Penggalangan dana via kitabisa.com masih secara paralel kami lakukan. Pendapatan dari para donatur di luar kitabisa.com pun kami masukan. Berselang satu minggu dari dimulainya gerakan, musisi-musisi mulai banyak yang membantu;

  • Seorang musisi yang selalu peduli dengan pergerakan menyumbangkan donasi sebesar 10.000.000 rupiah
  • Seorang musisi rock lama yang kini bekerja di bidang kreatif menyumbangkan donasi sebesar 15.000.000 rupiah
  • Seorang musisi yang memiliki sekolah musik membeli CD Tesla Manaf 100 keping setara dengan 10.000.000 rupiah
  • Seorang musisi Jepang yang tinggal di Indonesia mendonasikan 6.000.000 rupiah
  • Seorang gitaris Indonesia mendonasikan 4.000.000

Acara-acara penggalangan dana pun dilakukan diinisiasi oleh banyak pihak;

  • Di Jazz Buzz, Salihara, kami memulai buka lapak jualan CD, kala itu CD baru saja selesai diproduksi. Terjual 47 CD.

tesla salihara.jpg

 

  • Bli Dewa Budjana dan Pak David Karto membantu membuatkan malam penggalangan dana. Terjual 51 CD.

poster tesla manaf

 

  • I Can Studio Live
    membantu membuatkan video streaming penggalangan dana dan acara live Tesla Manaf, terjual 17 CD.

tesla ican

 

Banyak hal yang konyol pun kami lakukan demi bisa mendapatkan donasi, seperti menjual pada teman-teman di pengajian serta kawinan salah satu sahabat sempat kami pergunakan untuk berjualan CD, tidak lupa kantor seorang sahabat pun kami tawarkan. Kami yakin musik Tesla dapat dinikmati oleh khayalak ramai, hanya saja akses informasi untuk mendapatkan karya Tesla memang kurang masif. Dengan upaya ini Tesla jadi mulai diperbincangkan di luar kalangan musik. Uang donasi pun makin banyak dan rencana untuk memberangkatkan satu band tercetus seminggu sebelum waktu pengumpulan dana habis. Apakah mungkin? Kami hanya dapat berusaha dan berdoa.

 

Sumber foto:

mas Witjak

Lelang Piringan Hitam Mocca

Dilansir dari wesitenya Mocca:

Kabar baik datang dari sahabat kami Tesla Manaf seorang gitaris muda berbakat yang akan melangsungkan tour-nya ke Jepang. Rencananya kota Tokyo, Osaka, Nagoya dan Kyoto menjadi tujuan utama dalam tur ini. Tur akan berlangsung mulai 12 Maret 2016 sampai waktu yang belum ditentukan. Tiga tempat sudah dikonfirmasi menjadi venue tur kali ini. Tempat itu adalah Sub Store (Tokyo), Half Tone (Tokyo), GC Live (Nagoya). Sejauh ini, Osaka dan Kyoto, dua kota lain yang hendak disambangi belum memberi kepastian venue.

Demi melancarkan tour-nya, Mocca akan ikut melelang Vinyl album “Friends”. Vinyl ini akan dilelang oleh pihak Sub Store sebagai pihak yang memang mengajak Tesla Manaf untuk melakukan tour Jepang ini. Karena dalam waktu bersamaan Sub Store akan membuka cabangnya di Tokyo, Jepang. Dan Tesla Manaf akan perform di pembukaan Sub Store ini pada 12 Maret 2016 mendatang.

Jadi untuk Swinging Friends yang tertarik untuk ikut lelang silahkan datangi langsung Sub Store di Pasar Cikapundung Bandung atau Pasar Santa Jakarta. Atau kunjungi official site mereka di substore.co.

………………………………………………………………………………………………………………………………………..

IMG_2280.JPG

Sehari setelah tulisan di atas dilansir, kami mendapatkan sebuah bingkisan paket piringan hitam Mocca berjudul Friends, masih baru, rilisan FFWD records 2014, disertai dengan tanda tangan seluruh personilnya. Girang bukan kepalang, Mocca mendedikasikan piringan hitam first pressnya untuk dilelang sebagai dukungan terhadap Tesla Manaf.

Sebagai penyalur amanat, kami akan mengumpulkan dana dengan memulai melelang piringan hitam ini, besok pukul 17.00 sampai dengan 11 Februari 2016. Dimulai dari angka 100.000 rupiah dan naik dari kelipatan 50.000 rupiah.

Bila kamu tertarik ikutan silakan ikut melempat penawaran di instagram @substore_. Kalau belum berminat bergabung bisa membantu menyebarkan tulisan ini. Terimakasih banyak.

 

 

 

 

 

Salam,

 

 

Intan Anggita

co-founder Substore

@Substore_ X @Teslamanaf on Japan Tour

Berawal dari melihat Tesla Manaf beraksi bersama Mahagotra Ganesha, saya memutuskan untuk menjadi fansnya. Tahun 2011 tepatnya dan dari pengalaman baik tersebut saya mencoba untuk berkenalan dengan musisi yang tinggal di Bandung itu. Lewat media sosial kami sesekali bertukar pikiran dan saya melihat perkembangan Tesla semakin meningkat. Ia gemar sekali memberikan kejutan dengan ekperimen-eksperimennya. Dan di tahun 2015 saat saya kembali ke Bandung, saya memintanya main di pembukaan Substore Bandung. Dari situlah mulanya saya tahu tempat tinggal kami sangat dekat. Makin seringlah bertukar pikiran dan menemukan banyak kesamaan semangat, salah satunya adalah mendobrak batas.

Tesla mempunyai potensi besar, disiplin tinggi dan kegigihan. Ia bermusik dari hati, menjadi diri sendiri. Begitu pun halnya Substore, kami selalu senang mengenal musisi seperti Tesla. Terlebih membuat karyanya semakin dikenal, mendorong punggungnya untuk keluar dari zona nyaman dan menjadi penyemangatnya untuk berlari lebih jauh. Lalu tercetuslah ide gila mengajak Tesla untuk main di pembukaan Substore Tokyo, 12 Maret mendatang. Dengan keterbatasan dan berbekal kegilaan kami percaya tidak ada hal yang tidak mungkin.

Esok harinya Tesla mendapatkan kabar baik, Masahide Goto, salah seorang teman di Facebooknya berkenan untuk membantu mencari koneksi untuk tur keliling Jepang. Kami pun mulai membuat strategi pencarian dana dalam waktu sesingkat-singkatnya, kemudian merilis versi Indonesia album Tesla Manaf yang bertajuk; A Man’s Relationship with His Fragile Area.

Salah satu upaya penggalangan dana adalah dengan melelang piringan hitam Djanger Bali rilisan MPS Jerman dan turntable Lenco L78.

Besok saya akan mengunggah mekanisme lelang berikut informasi rinci barang yang akan dilelang serta harga pembukaan. Lelang berlangsung satu minggu terhitung sejak besok. Untuk yang berminta mengikuti lelang, silakan meninggalkan alamat email di kolom komentar di bawah ini. Terimakasih sudah menyempatkan diri membaca tulisan ini. Mohon dibantu untuk disebarkan.

 

 

Salam hangat,

 

 

Intan Anggita

Co-founder Substore

 

Gairah Rilisan Fisik Kini

Beberapa saat yang lalu sebuah toko musik besar mengumumkan penutupan beberapa cabangnya, linimasa di media sosial sontak bereaksi sedih dan prihatin. Namun di saat yang sama toko musik kecil kian menjamur dan bertambah banyak. Coba cari kata kunci bertanda pagar piringan hitam, CD lokal, jajan rock, kaset di instagram; niscaya akan ditemukan berbagai toko musik kecil di berbagai belahan daerah berjualan rilisan fisik sampai dengan alat pemutar rilisannya. Bagai berjalan menuju kenangan masa lalu, mereka menjajakan nostalgia berikut cerita-cerita yang selalu menarik untuk disimak.

Uniknya mereka bisa bertahan di tengah isu rilisan fisik terkalahkan oleh rilisan digital. Untuk sebagian penggemar rilisan fisik, romantisme mencium aroma kertas pembungkus, meraba karya seni di sampul dan mengejar rilisan yang disukai dapat memacu adrenalin. Gairah-gairah semacam itu takkan tergantikan oleh rilisan digital.

Toko-toko musik kecil yang jumlahnya lebih banyak daripada media penyedia streaming musik legal mengakui keberadaannya bisa terselamatkan oleh modal kecil, bahkan tanpa harus menyewa tempat mereka tetap dapat berjualan memanfaatkan media sosial. Setahun sekali wujud-wujud asli mereka dapat ditemui di ajang Record Store Day.

Geliat rilisan fisik sudah terlihat sejak 5 tahun silam. Tapi sebenarnya kolektor rilisan fisik sudah eksis sejak lama. Ada pula yang tetap bertahan dari era remajanya hingga kini mengumpulkan aneka rilisan fisik. Lalu bagaimana dengan mereka yang baru saja menjadi pengumpul rilisan fisik? Jumlahnya selalu bertambah dan memberikan warna baru dunia musik Indonesia.

Kerapkali ditemui anak muda yang mendengarkan musik sambil menggali jejak sejarah, tempat loak menjadi salah satu tempat penampung harta karun, tak jarang juga ada yang berkelana ke radio-radio sambil berharap dapat mengakses rilisan fisik promo radio di masa lampau (piringan hitam khusus promo radio) atau mempunyai hobi baru datang di pertemuan keluarga besar bertanya-tanya tentang rilisan fisik bekas nenek kakek seraya menanti lungsuran mereka yang tersisa.

Untuk mereka yang beruntung mendapatkan lungsuran jejak alat pemutar rilisan fisik, baik itu pemutar piringan hitam atau kaset (pemutar CD masih mudah dicari) tidak perlu bingung mencari tahu bagaimana cara memperbaiki. Para penyuka rilisan fisik akan dengan senang hati berbagi kontak  teknisi yang mampu memperbaiki. Bagi yang baru ingin memulai ada yang memilih untuk menjadi pengumpul tanpa mempunyai alat pemutar namun ada pula yang membeli alat pemutar terlebih dahulu. Kini banyak pilihan pemutar piringan hitam yang tersedia di pasaran,perlu referensi untuk mengetahui apa yang dicari. Untungnya pemutar kaset masih bisa ditemui di beberapa tempat.

Banyak cara untuk mendapatkan rilisan fisik. Bergumul di tengah komunitas para pengoleksi atau bergerilya, menyusup rumah-rumah yang disinyalir menyimpan aneka rilisan fisik. Pengoleksi bisa tetap santai atau menjadi pemburu yang gahar. Tanpa terasa pengetahuan musik pun bertambah dan apresiasi terhadap musik meningkat. Untuk para pengoleksi yang sehari-harinya bermusik, mereka menjadi musisi yang kaya referensi. Sedangkan pengoleksi yang sekedar hobi, kenikmatan tersendiri saat melihat koleksinya membuat lemari sesak. Ada kebanggaan dan cerita-cerita unik di balik perburuan yang selalu diceritakan berulang pada sejawat yang berkunjung.

Banyak perubahan dalam hidup saat asyik menjadi pengoleksi rilisan fisik. Terjebak manis merawat barang-barang kesayangan, meluangkan diri untuk memutarnya satu persatu, di tengah aktivitas ada upaya-upaya menyisipkan sesaat untuk mendengarkan rekam jejak musik dengan cara yang lebih membutuhkan perhatian khusus. Bonusnya adalah perasaan riang saat menikmati waktu terasa melambat.

Tulisan ini pernah dimuat di http://www.djarumcoklat.com/special-author/gairah-rilisan-fisik-kinirilisan fisik.jpg

Apa Kopimu Hari Ini?

Beratus tahun lamanya masyarakat Indonesia terbiasa meminum kopi pahit. Untuk sebagian orang penikmat kopi, pahit adalah rasa mutlak yang dimiliki oleh kopi. Opini saya kemungkinan kopi dibuat pahit karena dahulu kopi kita dimonopoli oleh VOC untuk keperluan ekspor. Sehingga mereka membuat standar agar kopi tersebut dipanggang mencapai titik gelap malah hampir gosong (dark roast) untuk mengatasi rasa kopi yang berbeda-beda dari tiap daerah di Indonesia dan hasilnya kopi setelah panggang tersebut hanya ada rasa pahit, sebagai cara menjaga konsistensi kualitas ekspor mereka. Bisa jadi ini disengaja untuk standarisasi rasa di jaman itu. Mungkin teman-teman yang punya pendapat yang berbeda bisa berbagi pendapat di sini.

Namun setelah kemajuan teknologi berkembang dan orang-orang Indonesia mulai mengeksplorasi banyak hal tentang kopi. Muncul pula kebiasaan meminum kopi single origin, eksplorasi rasa melahirkan ide memanggang kopi dan produksi kopi menjadi fokus utama. Di era sekarang banyak bermunculan roaster dan kedai kopi independen yang mengoperasikan bisnisnya secara grassrootCoffee shop baik kecil maupun besar menyangrai kopi mereka sendiri dan bereksperimen dengan beragam biji kopi. Di era ini juga perburuan biji-biji kopi eksotis mulai digemari. Seluruh penjuru dunia mulai mencari ragam-ragam kopi dan tertarik mengeksplorasi after taste yang ada pada setiap kopi. Bodi, acidity, bitterness, sweetness, aroma, manual brew dan lain-lain adalah kosa kata yang kerap mewarnai era kopi sekarang. Menggali karakter kopinya dengan beragam metode brewing. Semuanya tidak lepas dari sejarah panjang dunia kopi di dunia.

Menyenangkan sekali bagi masyarakat Indonesia, hidup di daerah yang memiliki keanekaragaman jenis kopi eksotis. Dari barat hingga timur kopi Indonesia rasanya berbeda dengan karakter yang bermacam-macam.

Kadang untuk kedai kecil kami, saya mesti mengganti tiap bulan single origin apa saja yang seru untuk dikupas dengan manual brew. Tentunya kerabat di kedai pun sangat menyukai ritual menggali kopi-kopi Indonesia ini. Sekarang kami memiliki beberapa biji kopi Indonesia, ada Gayo (Aceh), Bali Kintamani dan Aromanis (Jawa Barat).

Yuk coba eksplorasi kopi-kopi Indonesia di sekelilingmu, coba rasa lain kopi yang mungkin di lidahmu masih ada satu rasa. Pahit itu masa lalu, kopi kini lebih beraneka rasa.

kopi