Substore Kini Hadir di Pasar Cikapundung, Bandung oleh Jakarta Beat

Substore Kini Hadir di Pasar Cikapundung, Bandung

Pergeseran kondisi era digital dari hari ke hari semakin kencang menghantam industri musik. Bentuk rekaman fisik seperti piringan hitam (vinyl), kaset maupun CD hampir mengalami kepunahan. Hidup segan mati tak mau. Namun hal tersebut tak bertahan lama, hingga akhirnya penggemar bentuk rekaman fisik mulai bermunculan kembali. Kini rilisan fisik kembali menjadi benda bernilai yang pantas dikoleksi.

Toko-toko yang menjual bentuk rilisan fisik pun kembali bermunculan dengan berbagai konsep. Misalnya, toko tak hanya menjual rilisan fisik, tapi juga rupa-rupa merchandisemusik. Selain itu, program acara rutin juga berpengaruh untuk terus memberi nyawa pada komunitas yang mereka bangun.

Salah satu toko yang mengadopsi bentuk tersebut adalah Substore, yang dimiliki oleh Andhika Faisal (34), Aria Anggadwipa (30) dan Intan Anggita Pratiwi (27). Substore hadir sebagai alternatif, yang menjual piringan hitam, buku, t-shirt, dan segala pernak-pernik musik lainnya.

Sebagai elemen baru skena musik, Substore langsung mencuri perhatian. Pasalnya, Substore memiliki beberapa perbedaan mendasar dengan toko-toko yang menjual rilisan fisik lainnya. Salah satu ciri khasnya, Substore memilih berada di sudut-sudut pasar. Selain itu, yang menjadi pembeda antara Substore dengan toko lainnya adalah bagaimana mereka mendatangkan khusus rilisan fisik beserta seluruh barang-barangnya dari negeri Sakura.

“Koleksi-koleksi piringan hitam di Substore langsung dari Tokyo. Kualitas piringan hitam sampai kondisi cover yang masih bagus dan harganya terjangkau, begitupun dengan barang lainnya seperti kaset, CD, atau action figure, kaos band, komik dan lain sebagainya. Kita mau targetkan untuk semua golongan. Artis, seniman, musisi, penulis, fotografer, kutu buku, petualang, maupun orang-orang awam yang suka dengan perbedaan budaya,” jelas Aria.

Substore pertama didirikan di Pasar Santa, Jakarta. Namun baru-baru ini Substore membuka sayap di Pasar Seni dan Antik Cikapundung lantai 3, Bandung.

“Substore itu merupakan singkatan dari Small-Unique-Bookstore. Ini mimpi yang sudah lama, punya selected store sendiri dan menaruh barang-barang yang kita suka serta unik. Sejak 2014, kita berdiri di Pasar Santa, Jakarta,” jelasnya. “Melalui Substore, Gue mau shareapa yang kita dan teman-teman suka.”

Setelah membuka cabang di Pasar Cikapundung, nantinya Substore juga akan hadir di beberapa kota di Indonesia, bahkan luar negeri.

“Sekarang Jakarta dan Bandung sudah terealisasikan. Setelah ini kami akan buka di Tasik, Bali, dan menyusul kemudian di Tokyo, Jepang,” tegas Aria.

Dalam perjalanannya, Substore tidak hanya sekedar menjadi toko penyedia layanan pegiat dan pecinta kesenian, tapi juga sebagai ruang publik, yang bisa mewadahi semua kegiatan postitif.

“Kami akan agendakan beberapa acara rutin ke depan untuk komunitas. Seperti komunitas film, yang ingin memutar karyanya di sini, atau bagi musisi yang ingin tampil ditempat ini. Khusus di Bandung, kita juga memiliki kedai kopi. Bagi yang suka masak, bisa membawa menu sendiri, atau ingin meracik kopi sendiri, bisa masak di dapur kami. Kami benar-benar ingin jadi ruang publik bagi masyarakat.”

Aria mengaku bahwa membuka cabang Substore di Pasar Cukapundung tak terpikirkan sebelumnya. “Mulanya seorang kawan bercerita tentang ayahnya yang memiliki record store vintage di Pasar Cikapundung. Kami penasaran untuk berkunjung. Saat itu, kami langsung jatuh cinta dengan tempat ini,” terang Arya.

“Kami meyakini Pasar Cikapundung memiliki potensi yang besar jika dikelola dengan baik. Pasar ini tak hanya menjadi sebuah pasar tradisional, tetapi juga sebuah ruang publik alternatif bagi warga Bandung.”

Di Substore Bandung, Andhika, Aria dan Intan mengajak teman-teman kreatif bergabung memiliki Substore, keempat teman tersebut seringkali bergelut di bidang film; Petra, Naya, Febian dan Galih, sineas muda yang ingin mengembangkan potensi anak muda Bandung di bidang kreatif.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s