“Hore, Ada Sub Store!”

sub4 (review ttg Substore oleh Nabyl Farizi)

Intan permata ternyata ada di Pasar Santa. Ungkapan ini terlintas di pikiran saya usai menemani seorang teman ke pembukaan sebuah kios bernama Substore yang terletak di dalam Pasar Santa, minggu malam kemarin. Padahal, beberapa saat sebelum masuk ke tempat ini, saya tak menaruh ekspektasi tinggi. Saat itu waktu sudah menunjukan pukul 7 malam, rasanya kios-kios di sana tengah bersiap-siap untuk tutup. Sayapun sudah mengunci rapat dompet dan memprediksi tak akan ada yang terlalu menarik di tempat ini. Namun di salah satu sudut di lantai 2, tercipta sebuah ‘keramaian’ yang berbeda, dan saat mendekat ternyata prediksi saya meleset 900 derajat seperti trik mahakarya Tony Hawk!

Disajikan sederhana, tapi tak biasa

Prediksi saya, 2 vinyl ini sudah terjual

Iya, saya yang merubah urutan vinyl untuk kepentingan foto

Kecil tapi menggigit

Substore terletak di sayap kanan Pasar Santa, kios ini bersebelahan dengan sebuah kedai kopi bernama A Bunch of Caffeine Dealers. Berbicara soal intan permata di Pasar Santa, kebetulan juga ternyata nama pengelola Sub Store adalah Intan, dan ia dengan ramah menyapa setiap pengunjung yang datang, kebanyakan hadir karena informasi di social media ataupun kabar dari mulut ke mulut. Malam itu, Substore menyambut para pengunjung dengan hidangan sate padang yang menggoda. Muncul pertanyaan, makan dulu atau cek isi kios dulu? Pasti yang kedua!

Dengan ukuran sekitar 3 x 3 meter, Substore bagaikan semut yang punya sengatan mematikan. Deretan vinyl yang dijual di sini saya anggap masuk ke dalam klasifikasi gawat darurat. Gawat jika tak disikat, walaupun dalam kondisi keuangan sedarurat apapun. Maklum, sehari sebelumnya dompet cukup kewalahan menangkis serangkaian godaan yang ditawarkan gelaran Record Store Day hari pertama.

Dua tempat ini seperti memberi nyawa baru untuk Pasar Santa

Koleksi buku musik yang layak disimak

Bisa jadi buku panduan saat bertandang ke London suatu saat nanti

Di sini saya menemukan kompilasi ‘Hatful of Hollow’ milik The Smiths, album ‘Psychocandy’ dan ‘Automatic’ milik Jesus and The Mary Chain, ‘Some Friendly’ milik The Charlatans, hingga mini album My Bloody Valentine bertajuk ‘This Is Your Bloody Valentine’. Apa yang dipajang di Sub Store malam itu seperti memberi gambaran genre musik apa yang akan banyak ditawarkan di waktu mendatang. Lebih gawat lagi, album-album tadi dijual dengan harga yang masuk akal. Tak pelak lagi, deretan album keren dan harga bersahabat ini seperti memberikan ‘kepanikan’ di ujung Minggu malam.

Selain vinyl, koleksi buku-buku musik yang ditawarkan pun cukup menggoda, alhasil saya juga merogoh kocek untuk mendapatkan buku London’s Rock Landmarks. Substore juga menjual t-shirt band, parka dan denim jacket.

Sungguh di luar dugaan, saya bisa mendapatkan beberapa vinyl incaran dengan harga yang masuk akal, plus menambah referensi tempat yang akan dikunjungi saat akan hunting vinyl. Malam itu saya juga bertemu dengan seorang teman yang baru saja membeli 3 kios di tempat yang berdekatan dengan Substore. Ia pun bercerita sudah banyak teman-temannya yang berencana untuk membeli dan menyewa kios di area yang sama. Sepertinya, nanti akan banyak perubahan di sayap kanan Pasar Santa ini, apakah tempat ini akan menjadi the next Blok M Square? Menarik untuk ditunggu, yang pasti silakan mengunjungi Sub Store sekarang juga. Highly recommended!

Diposkan 21st April 2014 oleh Nabyl Farizi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s